Sabtu, 04 Februari 2017

Prinsip Penggunaan Multimedia pembelajaran


  
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan pembelajaran tersebut. Dengan harapan bahwa penggunaan media dapat mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran.
Menurut Degeng (1993), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih, mengembangkan, dan menggunakan media pembelajaran adalah: 
1)      Tujuan instruksional. Media hendaknya dipilih yang dapat menunjang pencapaian tujuan instruksional yang telah ditetapkan sebelumnya. Mungkin ada sejumlah alternative media yang dianggap cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat mungkin pilihlah yang paling cocok. Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian karakteristik tujuan dan karakteristik media pembelajaran yang akan dipakai.
2)      Keefektifan. Dari beberapa alternative media yang sudah dipilih, mana yang dianggap paling efektif (tepat guna) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3)      Siswa. Apakah media yang dipilih sudah sesuai dengan kemampuan, dan menarik perhatian siswa?  Apakah secara individual atau kelompok kecil, kelas atau massa?
4)      Ketersediaan. Apakah media yang diperlukan itu sudah tersedia? Kalau belum, apakah media itu dapat diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya media ada beberapa alternatif yang dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat bersama-sama siswa, meminjam, menyewa, membeli dan mungkin dapat “dropping” dari pemerintah.
5)      Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya untuk pengadaan media, apakah tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat dan hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin lebih murah, tetapi memiliki keefektifan setara?
6)      Kualitas teknis. Apakah media yang dipilih itu kualitasnya baik? Jika menggunakan media gambar misalnya, apakah memenuhi syarat sebagai media pembelajaran? Bagaimana keadaan daya tahan media yang dipilih itu?

Selanjutnya, ada, beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
a)      Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan instruksional tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.

b)      Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat Bantu mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional (perencanaan pembelajaran). Tanpa alat bantu mengajar mungkin pengajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pengajaran hal itu tidak akan terjadi.


c)   Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkn belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
d) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan instruksional yang sedang berlangsung.
e)      Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan instruksional), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
f)  Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
g)   Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkretan dan keabstrakannya. Media yang konkret, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat. 
Berikut adalah 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1)        Prinsip Multimedia
       Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.

2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4)        Prinsip Koherensi
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5)        Prinsip Modalitas Belajar
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6)        Prinsip Redudansi
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
       Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

7)        Prinsip Personalisasi
       Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8)        Prinsip Interaktivitas
       Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).          Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9)        Prinsip Sinyal
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10)   PrinsipPerbedaanIndividu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11)PrinsipPraktek                                
       Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

12)Pengandaian
       Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar

       Penggunaan media juga harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas. Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan menggangu kelancaran proses belajar-mengajar dan mengurangi waktu belajar

Daftar pustaka
Arsyad,Azhar.2007.Media Pembelajaran.Jakarta: Raja Grafindo Persada
http://syairiko.blogspot.co.id/2015/06/makalah-media-pembelajaran-belajar-dan.html?m=1s

29 komentar:

  1. Saya kurang memahami maksud dari Prinsip modalitas belajar. Bisakah anda memberikan contohnys?

    BalasHapus
  2. Prinsip modalitas menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi (kata yang terucapkan) daripada dari animasi dan kata tercetak di layar (Mayer, 2009:197). Berdasarkan teori kognitif dan bukti riset, Clark & Mayer (2011:117) menyarankan untuk menarasikan teks daripada menyajikan teks tercetak di layar saat gambar (statis maupun bergerak) menjadi fokus kata-kata dan saat keduanya disajikan pada waktu yang bersamaan.

    Mayer (2009:197) beralasan bahwa jika gambar-gambar dan kata-kata sama-sama disajikan secara visual, maka saluran visual akan menderita kelebihan beban tapi saluran auditori tidak termanfaatkan. Jika kata-kata disajikan secara auditori, mereka bisa diproses dalam saluran auditor, sehingga saluran visual hanya memproses gambar.

    BalasHapus
  3. Bisakah anda memberikan contohnya saja agar lebih mudah saya pahami?

    BalasHapus
  4. Penggunaan media juga harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan, bisa kan saudari santa jelaskan maksud dari hal ini?

    BalasHapus
  5. Suatu media hanya sesuai untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak sesuai untuk pembelajaran yang lain.jadi seorang guru harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. tolong berikan contoh materi dan media yg cocok tersebut agar pembaca lebih mengerti. terimakasih

      Hapus
  6. lebih baik menampilkan animasi saja atau hanya narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan animasi pada layar sehingga kerja visual sangat berat menyebabkan siswa menjadi tidak fokus.

    BalasHapus
  7. Ada 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran. Pada saat pengaplikasiannya apakah semua perinsip terlibat? Jika tidak perinsip mana yang sering di gunakan ?

    BalasHapus
  8. jelaskan mengapa prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran?

    BalasHapus
  9. Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
  10. Pada saat pengaplikasiannya tidak semua perinsip terlibat sekaligus. primsip yang sering di gunakan ialah prinsip modalitas belajar

    BalasHapus
  11. prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran karena untuk menggunakan prinsp ini harus memperhatikan prinsip-prinsip lain, karena pada dasarnya tidak semua prinsip sekaligus digunakan namun memilih prinsip yang sesuai dengan karakteristik siswa dan lai-lain

    BalasHapus
  12. Multimedia yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia menurut saya ialah media powerpoint dimana yang kita ketahaui gaya belajar masing-masing siswa berbeda . ada yang visua,audiotori , kinsetetik. powerpoint dapat menjelaskan materi dan dapat diterima oleh seluruh siswa meskipun masing-masing mereka memliki gaya belajar yang berbeda. asalkan powerpoint tersebut dapat menarik minat siswa dengan cara memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan multimedia

    BalasHapus
  13. Bisakah anda jelaskan mengenai Prinsip Kesinambungan Spasial? serta berikan contoh prinsip tersebut didalam pembelajaran,

    BalasHapus
  14. Prinsip Kesinambungan Spasial
    Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah. Contohnya. Jika pada slide ppt kita menjelaskan struktir dari asam oksalat maka kita dapat meletakkan gambar struktur adam oksalat disamping atau berdekatan dengan teori agar menjadi satu kesatuan dan tidak terpisah

    BalasHapus
  15. jelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?

    BalasHapus
  16. Apakah prinsip-prinsip tersebut diterapkan secara bersamaan? dan bagaimana jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan?

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. berikan contoh media yang memenuhi semua prinsip di atas!

    BalasHapus
  19. Jika salah satu prinsip diatas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran? jelaskan!

    BalasHapus
  20. menambahkan sedikit:
    Sebagai komponen dalam system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen, seperti : tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Menurut Mayer (2005), prinsip-prinsip multimedia pembelajaran ada tujuh yaitu :
    1.      Prinsip multimedia
    Siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata atau gambar saja.
    2.      Prinsip keterdekatan ruang
    Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.
    3.      Prinsip keterdekatan waktu
    Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
    4.      Prinsip koherensi
    Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.
    5.      Prinsip modalitas
    Siswa bisa belajar lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada layar.
    6.      Prinsip redundansi
    Siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar.
    7.      Prinsip perbedaan individual
    pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi daripada berspasial rendah.

    BalasHapus
  21. saya ingin bertanya , dari banyaknya prinsip yang anda jelaskan diatas, manakah yang menurut anda prinsip yang paling efisien untuk diterapkan dalam pembelajaran ?

    BalasHapus
  22. saya ingin menambahkan sedikit
    Prinsip personalisasi menyarankan agar pengembang multimedia menggunakan gaya percakapan dalam narasi daripada gaya formal (Clark & Mayer, 2011:182). Gaya percakapan di antaranya dicapai dengan menggunakan bahasa orang pertama dan orang kedua serta dengan suara manusia yang ramah. Clark & Mayer (2011:184) menyatakan bahwa riset dalam proses diskursus menunjukkan bahwa manusia bekerja lebih keras untuk memahami materi saat mereka merasa berada dalam percakapan dengan seorang teman, daripada sekadar menerima informasi. Mengekspresikan informasi dalam gaya percakapan dapat merupakan cara untuk mempersiapkan proses kognitif siswa. Clark & Mayer (2011:184) menambahkan pula bahwa instruksi yang mengandung petunjuk sosial seperti gaya percakapan mengaktifkan perasaan kehadiran sosial, yaitu perasaan sedang dalam percakapan dengan pengarang. Perasaan kehadiran sosial ini mengakibatkan pembelajar terlibat dalam proses kognitif yang lebih dalam selama belajar dengan berusaha lebih keras memahami apa yang pengarang ucapkan, yang hasilnya adalah hasil belajar yang lebih baik.

    BalasHapus
  23. Tidak semua prinsip digunakan sekaligus. Prinsip yang paling sering digunakan adalah prinsip Kesinambungan SpasialOrang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.

    BalasHapus
  24. Semua prinsip sangat pentong dan bermanfaat jika digunakan sesuai karakteristik dari prinsip tersebut

    BalasHapus
  25. Contoh media yang mungkin memenuhi semua prinsip diatas ialah penggunaaan powerpoint dengan melengkapinya sesuai prinsip yang ada

    BalasHapus
  26. Maksud dari integral tersebut adalah Guru sebagai mediator dan fasilitator
    Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Dengan demikian jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajarmengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

    BalasHapus
  27. Menurut saya prinsip yang paling efisien adala Prinsip yang paling sering digunakan adalah prinsip Kesinambungan SpasialOrang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.

    BalasHapus
  28. Apa yang akan terjadi jika dalam multimedia pembelajaran tidak menggunakan prinsip

    BalasHapus