Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing –
masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan
pembelajaran tersebut. Dengan harapan bahwa penggunaan media dapat mempermudah
siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran.
Menurut Degeng (1993), faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih, mengembangkan, dan menggunakan media
pembelajaran adalah:
1)
Tujuan instruksional. Media hendaknya dipilih yang dapat menunjang
pencapaian tujuan instruksional yang telah ditetapkan sebelumnya. Mungkin ada
sejumlah alternative media yang dianggap cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat
mungkin pilihlah yang paling cocok. Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian
karakteristik tujuan dan karakteristik media pembelajaran yang akan dipakai.
2)
Keefektifan. Dari beberapa alternative media yang sudah dipilih, mana
yang dianggap paling efektif (tepat guna) untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
3)
Siswa. Apakah media yang dipilih sudah sesuai dengan kemampuan, dan
menarik perhatian siswa? Apakah secara individual atau kelompok kecil,
kelas atau massa?
4)
Ketersediaan. Apakah media yang diperlukan itu sudah tersedia? Kalau
belum, apakah media itu dapat diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya media
ada beberapa alternatif yang dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat
bersama-sama siswa, meminjam, menyewa, membeli dan mungkin dapat “dropping” dari
pemerintah.
5)
Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya untuk pengadaan media, apakah
tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat dan
hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin lebih murah, tetapi
memiliki keefektifan setara?
6)
Kualitas teknis. Apakah media yang dipilih itu kualitasnya baik? Jika
menggunakan media gambar misalnya, apakah memenuhi syarat sebagai media
pembelajaran? Bagaimana keadaan daya tahan media yang dipilih itu?
Selanjutnya, ada, beberapa prinsip yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
a)
Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Suatu media
hanya cocok untuk tujuan instruksional tertentu, tetapi mungkin tidak cocok
untuk yang lain.
b)
Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. Hal ini
berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat Bantu mengajar guru saja, tetapi
merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar.
Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam
perancangan instruksional (perencanaan pembelajaran). Tanpa alat bantu mengajar
mungkin pengajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pengajaran hal
itu tidak akan terjadi.
c)
Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk
memudahkn belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama
pemilihan dan penggunaan suatu media.
d) Penggunaan
berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar
selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu
dengan instruksional yang sedang berlangsung.
e)
Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan
instruksional), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
f) Penggunaan
beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia
tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu
dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
g)
Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkretan dan
keabstrakannya. Media yang konkret, mungkin sukar untuk dipahami karena
rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang
tepat.
Berikut adalah 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1) Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) PrinsipPerbedaanIndividu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11)PrinsipPraktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12)Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar
1) Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) PrinsipPerbedaanIndividu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11)PrinsipPraktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12)Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar
Penggunaan media juga
harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi
pelajaran yang disajikan. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam
kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri. Penggunaan
media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan
dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas.
Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan menggangu kelancaran
proses belajar-mengajar dan mengurangi waktu belajar
Daftar pustaka
Arsyad,Azhar.2007.Media Pembelajaran.Jakarta:
Raja Grafindo Persada
http://syairiko.blogspot.co.id/2015/06/makalah-media-pembelajaran-belajar-dan.html?m=1s
Saya kurang memahami maksud dari Prinsip modalitas belajar. Bisakah anda memberikan contohnys?
BalasHapusPrinsip modalitas menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi (kata yang terucapkan) daripada dari animasi dan kata tercetak di layar (Mayer, 2009:197). Berdasarkan teori kognitif dan bukti riset, Clark & Mayer (2011:117) menyarankan untuk menarasikan teks daripada menyajikan teks tercetak di layar saat gambar (statis maupun bergerak) menjadi fokus kata-kata dan saat keduanya disajikan pada waktu yang bersamaan.
BalasHapusMayer (2009:197) beralasan bahwa jika gambar-gambar dan kata-kata sama-sama disajikan secara visual, maka saluran visual akan menderita kelebihan beban tapi saluran auditori tidak termanfaatkan. Jika kata-kata disajikan secara auditori, mereka bisa diproses dalam saluran auditor, sehingga saluran visual hanya memproses gambar.
Bisakah anda memberikan contohnya saja agar lebih mudah saya pahami?
BalasHapusPenggunaan media juga harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan, bisa kan saudari santa jelaskan maksud dari hal ini?
BalasHapusSuatu media hanya sesuai untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak sesuai untuk pembelajaran yang lain.jadi seorang guru harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan,
BalasHapustolong berikan contoh materi dan media yg cocok tersebut agar pembaca lebih mengerti. terimakasih
Hapuslebih baik menampilkan animasi saja atau hanya narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan animasi pada layar sehingga kerja visual sangat berat menyebabkan siswa menjadi tidak fokus.
BalasHapusAda 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran. Pada saat pengaplikasiannya apakah semua perinsip terlibat? Jika tidak perinsip mana yang sering di gunakan ?
BalasHapusjelaskan mengapa prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran?
BalasHapusMultimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusPada saat pengaplikasiannya tidak semua perinsip terlibat sekaligus. primsip yang sering di gunakan ialah prinsip modalitas belajar
BalasHapusprinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran karena untuk menggunakan prinsp ini harus memperhatikan prinsip-prinsip lain, karena pada dasarnya tidak semua prinsip sekaligus digunakan namun memilih prinsip yang sesuai dengan karakteristik siswa dan lai-lain
BalasHapusMultimedia yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia menurut saya ialah media powerpoint dimana yang kita ketahaui gaya belajar masing-masing siswa berbeda . ada yang visua,audiotori , kinsetetik. powerpoint dapat menjelaskan materi dan dapat diterima oleh seluruh siswa meskipun masing-masing mereka memliki gaya belajar yang berbeda. asalkan powerpoint tersebut dapat menarik minat siswa dengan cara memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan multimedia
BalasHapusBisakah anda jelaskan mengenai Prinsip Kesinambungan Spasial? serta berikan contoh prinsip tersebut didalam pembelajaran,
BalasHapusPrinsip Kesinambungan Spasial
BalasHapusOrang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah. Contohnya. Jika pada slide ppt kita menjelaskan struktir dari asam oksalat maka kita dapat meletakkan gambar struktur adam oksalat disamping atau berdekatan dengan teori agar menjadi satu kesatuan dan tidak terpisah
jelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?
BalasHapusApakah prinsip-prinsip tersebut diterapkan secara bersamaan? dan bagaimana jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat diterapkan?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusberikan contoh media yang memenuhi semua prinsip di atas!
BalasHapusJika salah satu prinsip diatas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran? jelaskan!
BalasHapusmenambahkan sedikit:
BalasHapusSebagai komponen dalam system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen, seperti : tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Menurut Mayer (2005), prinsip-prinsip multimedia pembelajaran ada tujuh yaitu :
1. Prinsip multimedia
Siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata atau gambar saja.
2. Prinsip keterdekatan ruang
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.
3. Prinsip keterdekatan waktu
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
4. Prinsip koherensi
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.
5. Prinsip modalitas
Siswa bisa belajar lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada layar.
6. Prinsip redundansi
Siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar.
7. Prinsip perbedaan individual
pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi daripada berspasial rendah.
saya ingin bertanya , dari banyaknya prinsip yang anda jelaskan diatas, manakah yang menurut anda prinsip yang paling efisien untuk diterapkan dalam pembelajaran ?
BalasHapussaya ingin menambahkan sedikit
BalasHapusPrinsip personalisasi menyarankan agar pengembang multimedia menggunakan gaya percakapan dalam narasi daripada gaya formal (Clark & Mayer, 2011:182). Gaya percakapan di antaranya dicapai dengan menggunakan bahasa orang pertama dan orang kedua serta dengan suara manusia yang ramah. Clark & Mayer (2011:184) menyatakan bahwa riset dalam proses diskursus menunjukkan bahwa manusia bekerja lebih keras untuk memahami materi saat mereka merasa berada dalam percakapan dengan seorang teman, daripada sekadar menerima informasi. Mengekspresikan informasi dalam gaya percakapan dapat merupakan cara untuk mempersiapkan proses kognitif siswa. Clark & Mayer (2011:184) menambahkan pula bahwa instruksi yang mengandung petunjuk sosial seperti gaya percakapan mengaktifkan perasaan kehadiran sosial, yaitu perasaan sedang dalam percakapan dengan pengarang. Perasaan kehadiran sosial ini mengakibatkan pembelajar terlibat dalam proses kognitif yang lebih dalam selama belajar dengan berusaha lebih keras memahami apa yang pengarang ucapkan, yang hasilnya adalah hasil belajar yang lebih baik.
Tidak semua prinsip digunakan sekaligus. Prinsip yang paling sering digunakan adalah prinsip Kesinambungan SpasialOrang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.
BalasHapusSemua prinsip sangat pentong dan bermanfaat jika digunakan sesuai karakteristik dari prinsip tersebut
BalasHapusContoh media yang mungkin memenuhi semua prinsip diatas ialah penggunaaan powerpoint dengan melengkapinya sesuai prinsip yang ada
BalasHapusMaksud dari integral tersebut adalah Guru sebagai mediator dan fasilitator
BalasHapusSebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Dengan demikian jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajarmengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.
Menurut saya prinsip yang paling efisien adala Prinsip yang paling sering digunakan adalah prinsip Kesinambungan SpasialOrang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.
BalasHapusApa yang akan terjadi jika dalam multimedia pembelajaran tidak menggunakan prinsip
BalasHapus