A. Definisi E-Learning
E-Learning
didefinisikan sebagai sebuah proses belajar yang difasilitasi dan didukung
dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT atau ILT).
E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e-
yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti
pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa
bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer.
E-learning
tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil
manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses
belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena
kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke
siswa. Dengan koneksi ke internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber
informasi yang tak terbatas. Selain itu, e-learning bersifat individual
sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju
dengan lebih cepat.
B. PERKEMBANGAN
APLIKASI E-LEARNING DARI MASA KE MASA
Uraian singkat tentang perkembangan
e-Learning dari masa ke masa dapat dideskripsikan sebagai berikut [Cross, 002]:
1990:
CBT (Computer Based Training)
Era dimana mulai bermunculan aplikasi
e-Learning yang berjalan dalam PC standalone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM.
Isi berupa materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format MOV, MPEG-1 atau AVI.
Perusahaan perangkat lunak Macromedia mengeluarkan tool pengembangan bernama
Authorware, sedangkan Asymetrix (sekarang bernama Click2learn) juga
mengembangkan perangkat lunak bernama Toolbook.
1994:
Paket-Paket CBT
Seiring dengan mulai diterimanya
CBT oleh masyarakat, sejak tahun 1994 muncul CBT dalam Kuliah Umum IlmuKomputer
dalam bentuk paket- paket yang lebih
menarik dan diproduksi secara massal.
1997:
LMS (Learning Management System)
Seiring dengan perkembangan
teknologi internet di dunia, masyarakat dunia mulai terkoneksi dengan Internet.
Kebutuhan akan informasi yang cepat diperoleh menjadi mutlak, dan jarak serta
lokasi bukanlah halangan lagi. Disinilah muncul sebutan Learning Management
System atau biasa disingkat dengan LMS. Perkembangan LMS yang semakin pesat membuat
pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang ada
dengan suatu standar. Standar yang muncul misalnya adalah standard yang
dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Committee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE,
dsb.
1999:
Aplikasi e-Learning Berbasis Web
Perkembangan LMS menuju ke aplikasi
e-Learning berbasis Web secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun
administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs ortal yang pada saat
ini boleh dikata menjadi barometer situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar dunia. Isi juga
semakin kaya dengan berpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan
interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, berukuran kecil
dan stabil.
C. Elemen E-learning
Definisi
e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapadari
e-learning:
1) Apa.
E-learning
memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana
teknik, untuk membantu orang mempelajari konten belajar.
2) Bagaimana.
E-learning
didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar.
Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara
individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan dari instruktur
secara langsung.
3) Mengapa.
E-learning
ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan
pekerjaannya.
Daftar pustaka
http://makalahkomputerfitri.blogspot.co.id/2013/06/makalah.html?m=1
http://khairullah-kandangan.blogspot.co.id/2011/11/model-model-pengembangan-e-learning.html?m=1
jelaskan dan beri contoh aplikasi e-learning berbentuk kemasan
BalasHapusEra dimana mulai bermunculan aplikasi e-Learning yang berjalan dalam PC standalone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi berupa materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format MOV, MPEG-1 atau AVI.
BalasHapusmenurut anda apakah pembelajaran e-learning lebih efektif dan cocok digunakan pada masa ini dibandingkan dengan pembelajaran tatap mukan yang seperti biasa?
BalasHapuse-learning bersifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.lalu bagaimana dengan siswa yang tidak aktif? Dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
BalasHapusDengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Bukankah hal tersebut malah membuat siswa malas dalam belajar dikarenakan kecanggihan teknologi pada zaman sekarang ini??
BalasHapusapa upaya guru supaya e-learning yang ia gunakan dapat menarik minat siswa untuk belajar?
BalasHapusbagaiman cara mengatasi kekurangan e-learing ?
BalasHapusmenurut saya suatu pembelajaran yang efektif itu memiliki banyak faktor salah satunya bagaimana suatu pembelajaran itu dapat menunjukkan faktor kognitif,afektif dan psikomotorik siswa dengan baik. selain itu proses pembelajaran harus menarik. jadi menurut saya pembelajaran tetap dengan sistem tatap muka namun diiringi oleh penggunaan e-learning. karena e-learning juga memiliki unsur yang sama yang diperlukan dalam proses pembelajaran seperti adanya materi,tugas,kuis,diskusi,evaluasi dll. selain tu dapat mempermudah siswa karna hanya perlu mengakses internet saja dan berinteraksi didalamnya.
BalasHapusUntuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan kolom diskusi . Dimana seorang pendidik memberikan soal untuk dibahas. Dari situ guru juga mengarahkan partisipasi siswa yang kurang terlihat. Sehingga setiap siswa dapat berinteraksi dan tidak ada sifat induvidual tersebut.
BalasHapusjika memanfaatkan kolom diskusi tentu saja akan membutuhkan akses internet, nah tidak jarang siswa tidak memiliki android atau sejenisnya dan juga tidak selalu memiliki kuota internet. lalu bagaimana lagi peran guru dalam mengatasi kendala tersebut?
HapusTidak dapat dipungkiri bahwa pasti ada beberapa siswa yang menjadi malas. Namun disinilah peran guru dalam mengarahkan siswa untuk tidak malas.
BalasHapusperan guru dalam mengatasi siswa yang malas tersebut adalah dengan cara mengajak mereka agar lebih aktif dalam berinteraksi .untuk itu harus mengunakan taktit yang tepat seperti mmberi tugas tambahan agar mereka tidak malas lagi
HapusUpaya yang dapat dilakukan ialah dengan memberikan tugas kelompok . Dan setiap kelompok memaparkan materi dan siswa lain disuruh untuk melihat dan mendiskusikan nya. Sehingga minat belajar siswa akan meningkat.
BalasHapusCara mengatasi kelemahan E-Learning adalah dengan menyiapkan proses pembelajaran dengan baik agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik saat menggunakan media E-Learning.
BalasHapusSedikit menambahkan, Fungsi e-learning dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap), dan substitusi (pengganti).
BalasHapus1) Suplemen (tambahan)
Peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Mengakses materi pembelajaran elektronik hanya sebagai himbauan pengajar kepada peserta didik.
2) Komplemen (pelengkap)
Materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas, sebagai pengayaan bagi peserta didik berkemampuan rata-rata, atau remedial bagi peserta didik yang lamban kemampuan belajarnya.
3) Substitusi (pengganti)
E-learning sebagai pengganti digunakan di beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju. Tujuannya untuk membantu mempermudah mahasiswa mengelola kegiatan pembelajaran/perkuliahan sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan aktivitas lainnya dengan kegiatan perkuliahan. Mahasiswa dapat memilih model kegiatan pembelajaran yaitu tatap muka saja, sebagian tatap muka dan sebagaian melalui internet, atau sepenuhnya melalui internet.
Alternatif model pembelajaran manapun yang dipilih mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian, artinya semua model tersebut mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Keadaaan yang sangat fleksibel ini sangat membantu mahasiswa mempercepat proses perkuliahannya.
menurut anda apakah e-learning yang semakin berkembang pesat ini dapat menggantikan posisi sekolah yang sekarang dijalani oleh siswa? jelaskan!
BalasHapusSedikit menambahkan.
BalasHapusUntuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan :
1. Analisis Kebutuhan Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan.
2. Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai. Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi.
3. Menetapkan metode dan media pembelajaran. Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online.
4. Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya.
Apa syarat-syarat utama e-learning yang baik?
BalasHapusapa saja usaha yang dapat dilakukan oleh guru dalam meminimalisir dampak negatif dari penggunaan elearning sebagai media pembelajaran?
BalasHapusapa kekurangan dari pembelajaran tatap muka sehingga perlu adanya pembelajaran berbasis e-learning?
BalasHapusApa saja kekurangan dari eleraning dalam pandang siswanya?
BalasHapussyarat e-learning:
BalasHapus1. kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan dalam hal ini internet.
2.tersedianya dukungan layanan belajaryang dapat dimanfaatkan olah peserta didik
3.tersedianya dukunan layanan pendidik/tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami suatu kesulitan dll
dengan memberikan pengarahan dan penjelasan kepada pesrta didik mengenai bagaimana menggunakan e-learning dengan bijak sehingga mengurangi dampak negatif
BalasHapuskekurangan dari pembelajaran tatap muka sehingga perlu adanya pembelajaran berbasis e-learning ialah saat tatap muka kemungkinan materi yang disajikan kurang menarik perhatian siswa, dan mungkin monoton hanya dengan menggunakan metode ceramah saja sehingga banyak siswa yang pasif.dengan e-learning ,siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan mereka.
BalasHapusApa saja kekurangan dari eleraning dalam pandang siswa:
BalasHapus1. kemungkinan terjadinya ganngguan koneksi internet sehingga tidak dapat ikut berdiskusi didalam e-learning
2.rasa malas yang timbul akibat bosan karena pada diskusi tidak menarik
menurut anda apa pengaruh e-learning ini dalam pendidikan? dan dampaknya pada pendidikan yang akan datang?
BalasHapusPrinsip pembelajaran berbasis web, yaitu :
BalasHapus1. Web Course
proses aktivitas pembelajaran yang terjadi tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan peserta didik.web course ini ada 2 macam :
a. synchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
b.Asynchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang tentukan dan ditempat yang berbeda. Misalnya pengajar bertanya dengan peserta didik, lalu si peserta didik tidak harus menjawab pada saat itu juga akan tetapi bisa di lain waktu.
2. Web Centric Course
Aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung.
3. Web Enhanced Course
Kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.
Berdasarkan yang anda sampaikan diatas , ada tertulis Penerapan e-learning banyak variasinya. Berikan contoh variasi yang dimaksud
BalasHapusE-learning tidak akan menggantikan posisi sekolah karena e-learning hanyalah sebuah media atau alat bantu dari proses pembelajaran
BalasHapusBerikut variasi nya :
BalasHapus1. https://www.coursera.org/
Coursera adalah website E-Learning favorit saya. materi yang ditawarkan sangat beragam, seperti busines economy, computer science, health & medical, art& humanities, dan masih banyak lagi. selain itu, dalam proses pembelajarannya kita diberi deadline untuk menyelesaikan materi (namun dengan waktu yang fleksibel). Setelah menyelesaikan setiap sub bab materi, biasanya akan ada test untuk menentukan apakah kita lulus atau tidak. jika lulus, kita bisa lanjut ke materi selanjutnya, namun jika tidak, kita harus mengulang. Belajar disini ada yang gratis (Tanpa sertifikat), dan ada juga yang berbayar (dengan sertifikat).
2. https://www.edx.org/
EdX juga merupakan website E-Learning kesukaan saya. Universitas yang turut hadir dalam media ini salah satunya adalah Harvard University, MIT, Berkeley University, dan masih banyak lagi. materi yang ditawarkan pun sangat beragam. Sistem pembelajaran yang digunakan sama dengan coursera, yaitu berbasis video, modul, dan ada juga beberapa kelas yang menggunakan direct face to face dengan menggunakan webcam. namun pada website ini, kebanyakan kelas yang ditawarkan tidak berlangsung lama. sehingga apabila kita telat mendaftar atau gagal ditengah jalan, kita tidak bisa mengikutinya lagi, atau harus menunggu beberapa waktu sampai kelas baru dibuka.
3. https://www.udacity.com/
Udacity sangat terkenal bagi orang-orang yang menggeluti dunia computer science, website, dan developer.
4. https://www.khanacademy.org/
Sedikit berbeda dengan coursera dan EdX, Khan Academy adalah website pembelajaran yang berbasis video. materi yang ditawarkan cukup beragam, namun tidak semua pengajarnya adalah pengajar resmi dari sekolah atau universitas, melainkan ada juga yang merupakan praktisi, atau bahkan sekedar wawancara biasa, sehingga meteri yang diberikan bukanlah academic base.
5. https://www.udemy.com/
Kebanyakan kelas yang ditawarkan Udemy adalah kelas berbayar dengan kisaran harga USD $10 - $500 / kelas (sampai selesai). Sama seperti Khan Academy, tidak semua pengajarnya adalah pengajar resmi dari sekolah atau universitas. Namun yang menarik adalah, variasi yang ditawarkan oleh Udemy lebih beragam. Tidak hanya pengetahuan yang umum didapat dari bangku kuliah, namun ada juga kelas-kelas seperti Wing-cun, kung fu, yoga, cooking, dan sebagainya.
6. https://alison.com/
Bagi kamu yang mempunyai koneksi internet terbatas tidak perlu khawatir. Alison menawarkan sistem pembelajaran yang kebanyakan berbasis text, sehingga lebih ringan dan hemat akses internet. meskipun berbasis text, Alison tetap menawarkan materi yang menarik dengan diselingi gambar-gambar agar kita tidak bosan. menariknya lagi,
7. https://www.edmodo.com/
Edmodo dikhususkan untuk anak SD, SMP, dan SMA. Edmodo adalah jaringan pendidikan global yang membantu menghubungkan semua peserta didik dengan orang dan sumber belajar yang dibutuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka. pembelajaran disini terbilang unik, karena guru, siswa, dan orang tua yang mendaftar harus saling terhubung.
8. https://video.quipper.com/id
Tentu kalian tidak asing lagi dengan Quipper Video, kan? website E-Learning ini sudah sering kali tampil di comercial break layar kaca. Quipper Video menawarkan materi untuk anak SMP dan SMA, terutama bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri untuk masuk SMA (bagi anak SMP) dan perguruan tinggi (bagi anak SMA). Materi yang ditawarkan sangat lengkap, serta dilengkapi latihan soal dan pembahasan.
Dampak positif
BalasHapus1. menambah kemampuan mahasiswa dibidang IT,
contohnya, mahasiswa semakin mahir dalam mengetik, memahami sistem elearning sendiri.
2. mahasiswa mendapatkan materi kuliah lebih detail tiap minggunya dalam bentuk softcopy dan menghemat kertas lebih efisien untuk dipelajari.
contohnya, seperti yang pihak mercubuna terapka untuk semua mahasiswa harus mendownload modul yang telah diberikan oleh dosen, sehingga tidak ada alasan lagi untuk mahasiswa tidak memiliki modul atau mengetahui matakuliah kalau pihak dosen telah mengupload modul.
3. mahasiswa lebih memiliki ruang untuk bertukar pikiran.
contohnya. diadakannya forum dalam satu elarning, sehingga adanya transfer knowledge dari setiap mahasiswa ataupun dosen, seperti diketahui jaman era globalisasi ini mahasiswa atau remaja kebanyakan lebih aktif di sosial media dari pada di kehidupan nyata.
4. membantu mahasiswa belajar mandiri dalam memahami modul matakuliah.
contohnya. mahasiswa diberikan modul, tugas dan kuis.
5. menghemat waktu, tenaga dan biaya
contohnya : tidak perlu datang ke kampus untuk melakukan proses perkuliahan.
menambahkan
BalasHapusAdapun kelemahan e-learning dipandang dari segi peserta didik antara lain:
1. Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk modelfully online e-learning format.
2. Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3. Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
5. Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik didalam mengikuti pembelajaran secarae-learning.
berikan contoh aplikasi e-learning berbentuk kemasan?
BalasHapusSedikit menambahkan
BalasHapusManfaat E-Learning
E-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para siswa. Menurut Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 24-26) manfaat e-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu:
1 Sudut Siswa
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitasbelajar yang tinggi, artinya siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
2 Sudut Guru
Beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain adalah bahwa guru, instruktur dapat :
(1) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
(2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
(3) Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
(4) Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.
(5) Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa. Seiring perkembangan teknologi internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (Prakoso, 2005: 13).