Alat peraga untuk Kimia Smp dengan materi "perbedaan unsur,molekul unsur dan molekul senyawa" . Selengkapnya dapat dilihat pada
Https://youtu.be/kg5N5OmKrUg
Minggu, 19 Maret 2017
TUGAS TERSTRUKTUR II
Minggu, 05 Maret 2017
Minggu, 26 Februari 2017
Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan
untuk selengkapnya dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=Gjn0gMiUn8s
Sabtu, 25 Februari 2017
PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
A. Definisi E-Learning
E-Learning
didefinisikan sebagai sebuah proses belajar yang difasilitasi dan didukung
dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT atau ILT).
E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e-
yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti
pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa
bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer.
E-learning
tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil
manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses
belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena
kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke
siswa. Dengan koneksi ke internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber
informasi yang tak terbatas. Selain itu, e-learning bersifat individual
sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju
dengan lebih cepat.
B. PERKEMBANGAN
APLIKASI E-LEARNING DARI MASA KE MASA
Uraian singkat tentang perkembangan
e-Learning dari masa ke masa dapat dideskripsikan sebagai berikut [Cross, 002]:
1990:
CBT (Computer Based Training)
Era dimana mulai bermunculan aplikasi
e-Learning yang berjalan dalam PC standalone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM.
Isi berupa materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format MOV, MPEG-1 atau AVI.
Perusahaan perangkat lunak Macromedia mengeluarkan tool pengembangan bernama
Authorware, sedangkan Asymetrix (sekarang bernama Click2learn) juga
mengembangkan perangkat lunak bernama Toolbook.
1994:
Paket-Paket CBT
Seiring dengan mulai diterimanya
CBT oleh masyarakat, sejak tahun 1994 muncul CBT dalam Kuliah Umum IlmuKomputer
dalam bentuk paket- paket yang lebih
menarik dan diproduksi secara massal.
1997:
LMS (Learning Management System)
Seiring dengan perkembangan
teknologi internet di dunia, masyarakat dunia mulai terkoneksi dengan Internet.
Kebutuhan akan informasi yang cepat diperoleh menjadi mutlak, dan jarak serta
lokasi bukanlah halangan lagi. Disinilah muncul sebutan Learning Management
System atau biasa disingkat dengan LMS. Perkembangan LMS yang semakin pesat membuat
pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang ada
dengan suatu standar. Standar yang muncul misalnya adalah standard yang
dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Committee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE,
dsb.
1999:
Aplikasi e-Learning Berbasis Web
Perkembangan LMS menuju ke aplikasi
e-Learning berbasis Web secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun
administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs ortal yang pada saat
ini boleh dikata menjadi barometer situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar dunia. Isi juga
semakin kaya dengan berpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan
interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, berukuran kecil
dan stabil.
C. Elemen E-learning
Definisi
e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapadari
e-learning:
1) Apa.
E-learning
memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana
teknik, untuk membantu orang mempelajari konten belajar.
2) Bagaimana.
E-learning
didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar.
Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara
individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan dari instruktur
secara langsung.
3) Mengapa.
E-learning
ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan
pekerjaannya.
Daftar pustaka
http://makalahkomputerfitri.blogspot.co.id/2013/06/makalah.html?m=1
http://khairullah-kandangan.blogspot.co.id/2011/11/model-model-pengembangan-e-learning.html?m=1
Minggu, 12 Februari 2017
TUGAS TERSTRUKTUR
1. Menurut cognitive theory of multimedia learning
bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia
pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing
media yang relevanuntuk pembelajaran kimia.
2.
Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu
multimedia pembelajaran kimia
Jawaban:
1. Multimedia
Learning adalah teori pembelajaran yang dipopulerkan
oleh Richard R. Mayer yang digunakan sebagai representasi mental dari gambar dan kata-kata
yang kemudian dikenal sebagai Cognitive
Theory of Multimedia
Menurut
Mayer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar.
(1) Asumsi yang pertama adalah Dual Chanel,
manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua jalur, visual (penglihatan) dan
audio (pendengaran).
(2) Asumsi yang kedua adalah Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang terbatas
terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari
Cognitive Load Theory.
(3) Asumsi yang ketiga adalah Active Processing, manusia menggabungkan
berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio
yang kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintegrasikannya
dengan pengetahuan yang lain.
Bagget (1984) juga menambahkan bahwa pembelajaran
yang melibatkan pendengaran dan penglihatan akan menjadi lebih relevan terhadap
pembelajaran daripada hanya pendengaran atau penglihatan saja. Asumsi di atas menunjukkan bahwa CTML
dibutuhkan sebagai dasar teori untuk membuat media pembelajaran yang lebih
efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Mayer (2003) juga
menambahkan bahwa perancangan e-learning haruslah berdasar pada CTML sebagai
dasar teori.
2. Teori pengkodean ganda (dual-coding theory):
terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu
pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi
verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki
kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk`.
Lebih lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan
tentang separated dual-code dan integrated dual-code. Separated
dual-code menunjukkan perbedaan yang jelas pada model
penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori berdasarkan
informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan informasi verbal.
Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima dalam bentuk
verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan diterima
atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat seseorang
menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam
waktu yang sama, yaitu:
1. membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan
informasi verbal yang diterima;
2 .membuat gambaran visual serta kesesuaian
dengan informasi visual yang diterima; dan
3 .membuat kesesuaian hubungan
antara gambaran
visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
Proses penyampaian dan penerimaan informasi tersebut terdiri dari lima langkah sebagai berikut
1. Memilih kata-kata yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja verbal.
2. Memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja visual.
3. Menata kata-kata terpilih ke dalam model mental verbal
4. Menata gambar-gambar terpilih ke dalam model mental visual
5. Memadukan representasi berbasis-kata dan representasi berbasis gambar.
1. Memilih kata-kata yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja verbal.
2. Memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemrosesan dalam memori kerja visual.
3. Menata kata-kata terpilih ke dalam model mental verbal
4. Menata gambar-gambar terpilih ke dalam model mental visual
5. Memadukan representasi berbasis-kata dan representasi berbasis gambar.
Sabtu, 11 Februari 2017
TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MULTIMEDIA
Pengetahuan
yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori
jangka panjang
dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan
informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi.
Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor
stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran,
ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video. Studi tentang
bagaimana informasi diidentifikasi, diproses, dimaknai, dan ditransfer dalam
dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang mengisyaratkan
bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam pendesainan
multimedia instruksional. Dalam konteks ini, desain pesan multimedia berkenaan
dengan penyeleksian, pengorganisasian, pengintegrasian elemen-elemen pesan
untuk menyampaikan sesuatu informasi. Penyampaian informasi bermultimedia yang
berhasil akan bergantung pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada
stimulus elemen-elemen pesan tersebut. Proses penyeleksian, pengorganisasian,
serta pengintegrasian elemen-elemen informasi
tersebut disajikan oleh
Gambar 1.
Dalam
mengartikan penyampaian informasi dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut
dengan media pengantar, desain pesan, serta kemampuan sensorik. Media pengantar
mengacu pada sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya media
berbasiskan media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan mengacu
pada bentuk yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya pemakaian
animasi atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan
informasi yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh, seperti proses
penerimaan informasi visual atau auditorial. Sebagai contoh, suatu paparan
tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui
teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang
berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar
(dua desain pesan yang berbeda), atau
dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya
istilah desan pesan mengacu pada proses manipulasi, atau rencana manipulasi dari
sebuah pola tanda yang memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Penelitian
telah menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia instruksional
mempengaruhi kualitas performansi. Beberapa teori yang melandasi perancangan
desain pesan multimedia instruksional ialah teori pengkodean ganda, teori
muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. Menurut teori pengkodean ganda
manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal dan
informasi visual, memori kerja terdiri atas memori kerja visual dan memori
kerja auditori. Teori muatan kognitifmenyatakan bahwa setiap memori kerja
memiliki kapasitas yang terbatas. Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan
bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika
informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke
dalam representasi yang berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan .
Temuan-temuan
penelitian telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding
theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent
yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan
informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut
memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal
terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan
bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya
menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
Menurut Robert S. Siegler ada
tiga karakteristik utama pendekatan pemrosesan informasi, yaitu :
1. Proses Berpikir (Thinking)
Menurut pendapat Siegler
(2002), berpikir (thinking) adalah pemrosesan informasi. Dalam
hal ini Siegler memberikan perspektif luas tentang apa itu penyandian (encoding),
merepre-sentasikan, dan menyimpan informasi dari dunia sekelilingnya, mereka
sedang melakukan proses berpikir. Siegler percaya bahwa pikiran adalah sesuatu
yang sangat fleksibel, yang menyebabkan individu bisa beradaptasi dan
menyesuaikan diri dengan perubahan dalam lingkungan, tugas, dan tujuan. Tetapi,
ada batas kemampuan berpikir manusia ini. Individu hanya dapat memerhatikan
sejumlah informasi yang terbatas pada satu waktu, dan kecepatan untuk memproses
informasi juga terbatas.
2. Mekanisme Pengubah (Change
Mechanism)
Siegler (2002)
berpendapat bahwa dalam pemrosesan informasi fokus utamanya adalah
pada peran mekanisme pengubah dan perkembangan. Dia percaya bahwa ada empat
mekanisme yang bekerja sama menciptakan perubahan dalam keterampilan kognitif
anak: encoding (penyandian), otomatisasi, konstruksi strategi, dan
generalisasi.
a. Encoding (penyandian)
Encoding adalah proses memasukkan
informasi ke dalam memori . Seperti halnya teori Gagne yang menyatakan
informasi dipilih secara selektif, maka dalam encoding menyandikan informasi
yang relevan dengan mengabaikan informasi yang tidak relevan adalah aspek utama
dalam problem solving. Namun, anak membutuhkan waktu dan usaha untuk
melatih encoding ini, agar dapat menyandi secara otomatis.
Ada enam konsep yang dikenal dalam
encoding, yaitu :
1). Atensi
Atensi adalah mengonsentrasikan dan
memfokuskan sumber daya mental. Salah satu keahlian penting dalam memerhatikan
adalah seleksi. Atensi bersifat selektif karena sumber daya otak terbatas
(Mangels, Piction, & Craik, 2001).
2).
Pengulangan (rehearsal)
Pengulangan (rehearsal) adalah
repitisi informasi dari waktu ke waktu agar informasi lebih lama berada di
dalam memori. Pengulangan akan bekerja dengan baik apabila murid perlu
menyandikan dan mengingat daftar item untuk periode waktu yang singkat.
3).
Pemrosesan mendalam
Setelah diketahui bahwa
pengulangan (rehearsal) bukan cara yang efisien untuk
menye-diakan informasi untuk memori jangka panjang (Fergus Craik dan Robert
Lockhart 1972) menyatakan bahwa kita dapat memproses informasi pada berbagai
level.
4)
Elaborasi
Elaborasi adalah ekstensivitas
pemrosesan memori dalam penyandian. Jadi saat anda menyajikan konsep demokrasi
kepada murid, mereka kemungkinan mengingatnya dengan lebih baik jika mereka
diberi contoh lebih bagus dari demokrasi. Mencari contoh adalah cara yang bagus
utuk mengelaborasi informasi. Misalnya, referensi diri (self-reference) adalah
cara yang efektif untuk mngelaborasi informasi.
5). Mengkonstruksi citra (imaji)
Ketika kita mengkonstruksi citra
dari sesuatu, kita sedang mengelaborasi informasi. Allan Paivio (1971, 1986)
percaya bahwa memori disimpan melalui satu atau dua cara: sebagai kode verbal
atau sebagi kode citra/imaji. Paivio mengatakan bahwa semakin detail dan unik
dari suatu kode citra, maka semakin baik memori anda dalam mengigat informasi
itu. Para peneliti telah menemukan bahwa mengajak anak untuk menggunakan imaji
guna mengingat informasi verbal adalah cara yang baik bagi anak yang lebih tua
ketimbang anak yang lebih muda (Schneider & pressley, 1997).
6). Penataan
Apabila murid menata
(mengorganisasikan) informasi ketika mereka menyediakanya, maka memori mereka
akan banyak terbantu. Semakin tertata imformasi yang disampaikan, semakin mudah
untuk mengingatnya. Ini terutama berlaku jika menata imformasi secara hirarkis
atau menjelaskannya. Chunking (“pengemasan”) adalah strategi
penataan memori yang baik, yakni dapat mengelompokan atau “mengepak” informasi
menjadi unit-unit “higherorder” yang dapat diingat sebagai satu tunggal. Chunking dilakukan
dengan membuat sejumlah besar informasi menjadi lebih mudah dikelola dan lebih
bermakna.
b. Otomatisasi
Otomatisasi adalah kemampuan untuk
memproses informasi dengan sedikit atau tanpa usaha . Peristiwa ini
terjadi karena pertambahan usia dan pengalaman individu sehingga
otomatis dalam memproses informasi, yaitu cepat dalam mendeteksi kaitan atau
hubungan dari peristiwa-peristiwa yang baru dengan peristiwa yang sudah
tersimpan pada memori dan akhirnya akan menemukan ide atau pengetahuan baru
dari setiap kejadian.
c. Konstruksi
Strategi
Konstruksi strategi adalah penemuan
prosedur baru untuk memproses informasi. Dalam hal ini Siegler menyatakan bahwa
anak perlu menyandikan informasi kunci untuk suatu problem dan
mengkoordinasikan informasi tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang relevan
untuk memecahkan masalah.
d. Generalisasi
Untuk melengkapi mekanisme pengubah,
maka manfaat dari langkah ketiga yaitu konstruksi strategi akan terlihat pada
proses generalisasi, yaitu kemampuan anak dalam mengaplikasikan konstruksi
strategi pada permasalahan lain. Pengaplikasian itu melalui proses transfer,
yaitu suatu proses pada saat anak mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan
sebelumnya untuk mempelajari atau memecahkan problem dalam situasi yang baru.
3. Modifikasi
Diri
Modifikasi diri dalam pemrosesan
informasi secara mendalam tertuang dalam metakognisi, yang berarti kognisi atau
kognisi atau mengetahui tentang mengetahui, yang di dalamnya
terdapat dua hal yaitu pengetahuan kognitif dengan aktivitas kognitif.
Pengetahuan kognitif melibatkan
usaha monitoring dan refleksi pada pemikiran seseorang pada saat sekarang,
sedangkan aktivitas kognitif terjadi saat murid secara sadar menyesuaikan dan
mengelola strategi pemikiran mereka pada saat memecahkan masalah dan memikirkan
suatu tujuan.
Berkaitan dengan modifikasi diri
Deanna Kuhn mengatakan metakognisi harus lebih difokuskan pada usaha untuk
membantu anak menjadi pemikir yang lebih kritis, terutama di sekolah menengah.
Baginya ketrampilan kognitif terbagi dua, yaitu mengutamakan
kemampuan murid untuk mengenali dunia, dan ketrampilan untuk mengetahui
pengetahuannya sendiri.
Michael Pressly dan rekan
- rekannya seperti yang telah dikutip Santrock, mereka
telah mengembangkan model metakognitf yang disebut model pemrosesan informasi
yang baik. Model ini menyatakan bahwa kognisi yang kompeten adalah hasil dari
sejumlah faktor yang saling berinteraksi.
Daftar
pustaka
https://www.google.co.id/search?ie=ISO-88591&q=teori+pemrosesan+informasi+berbantuan+multimedia&btnG=telusuri
Langganan:
Komentar (Atom)






